Matthew jaya astec badminton club . bulutangkis merupakan salah satu peta kekuatan indonesia yang masih dan patut diperhitungkan , apa lagi di seagames mendatang bulutangkis tetap di mainkan/dipertandingkan.
berikut peringkat pemain di klub matthew jaya (prestasi) dari usia dini - remaja (digabung)
Tunggal putra
1.adam putra yosandi
2.timotius elbert
3.Jason chris alexander
4.Luis nikolas peridi
5.Jonathan mikhael putra omggan
6.tosca tamin
7.heaven
8.Christian
9. Andre
10.willy
11.Jose
12.Vicky
13.Richard
14.Hansen
15.Stendy
16.Jonathan
17.Raymond
18.john c
19.Sultan
20.Bernard karuna
21.Mario
22.Yapriyanto
23.Ryan k
24.Temmy
25.Junius
26.Ryan
Tunggal putri
1.Nisa anugerah syam
2.Risda amelia
3.Febbyola mellin
4.Luis leora ivanna
5.Michelle geovani
6.Fadillah nur hidayah
7.Sherina margaretha
8.Dhea rafika
9.Irena p
10.Floren
11.Lidya
12.Lifya
13.Jessica angel
14.Yapprillia
15.Jo angelica
16.Felicia
17.lyliyanti
18.putri
19.Shera
PRESTASI RACKET GEMILANG
tulisan berjalan
Sabtu, Februari 16, 2013
PBSI Sambut Gembira Bulu Tangkis Dimainkan di SEAG 2013

Ketua
Umum PB PBSI Gita Wirjawan pun mengapresiasi kepastian
dipertandingkannya cabang bulu tangkis di ajang pesta olahraga antar
bangsa se Asia Tenggara tersebut. Menteri Perdagangan ini menyambut
sangat gembira dengan hasil keputusan bulu tangkis bakal dimainkan di
SEAG dalam pertemuan Council Member SEAG yang berlangsung di Myanmar,
28-29 Januari.
“Kami
menyambut positif keputusan dipertandingkannya cabang bulu tangkis di
SEA Games mendatang. Ini adalah keputusan yang sangat tepat, mengingat
bulu tangkis adalah cabang olahraga tradisionil yang selalu
dipertandingkan di kancah SEA Games sejak dulu,” tutur Gita, seperti
disampaikan oleh Kasubid Humas dan Social Media PB PBSI, Ricky
Soebagdja, Rabu (30/1).
Sebenarnya mengacu pada sejarah, bahkan ketika SEAG masih bernama Southeast Asian Peninsular (SEAP) Games
yang pertama kali digelar tahun 1959 di Bangkok, Thailand, hingga kini,
cabang bulu tangkis tidak pernah absen dipertandingkan di kancah pesta
olahraga antar bangsa-bangsa se Asia Tenggara. Khusus bagi kontingen
Indonesia, sejak pertama kali berkiprah di SEA Games 1977 di Kuala
Lumpur, cabang bulu tangkis selalu menjadi tambang emas.
Pada
SEA Games XXVI/2011 di Jakarta-Palembang, tim bulu tangkis Indonesia
meraup lima medali emas. Medali-medali emas tersebut dipersembahkan dari
nomor beregu putra, tunggal putra lewat Simon Santoso, ganda putra
(Bona Septano/Moh. Ahsan, ganda putri (Nitya Krishinda Maheswari/Anneke
Feinya Agustine), dan ganda campuran (Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir).
Dua keping emas lainnya direbut Fu Mingtian asal Singapura (tunggal
putri) dan Thailand (beregu putri), setelah mengandaskan Indonesia di
final.
Disampaikan
Gita, dengan digelarnya bulu tangkis menjadi salah satu cabang yang
dipertandingkan di SEA Games, kesempatan Indonesia untuk unjuk kekuatan
di cabang tepok bulu itu sangat terbuka. Apalagi, sukses di pesta
olahraga se Asia Tenggara ini juga sudah menjadi salah satu fokus yang
ingin dicapai dalam kepengurusan PB PBSI tahun ini.
“Dengan
keputusan dipertandingkannya cabang bulu tangkis di SEA Games nanti
tersebut, hal ini tentu akan membuat PB PBSI harus segera mempersiapkan
atlet-atlet terbaiknya sedini mungkin. PB PBSI tentu ingin mengulang
sukses kembali dalam SEA Games mendatang,” tegas Gita, yang akan segera
berangkat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungan
kenegaraan ke sejumlah negara di Afrika.
Dalam
kepemimpinan Gita Wirjawan, selain berambisi sukses di SEA Games, PB
PBSI juga tengah fokus untuk bisa meraih keberhasilan besar lain pada
tiga kejuaraan penting yang berlangsung tahun ini. Kejuaraan yang
menjadi sasaran utama tersebut adalah, All England di Birmingham pada
5-10 Maret, perebutan Piala Sudirman di Kuala Lumpur (19-26 Mei), dan
Kejuaraan Dunia di Guangzhou (4-11 Agustus).
Ditambahkan
oleh Sekjen PB PBSI Koesdarto Pramono, memang sudah sepantasnya dan
seharusnya bulu tangkis tetap dimainkan di SEA Games Myanmar. Apalagi,
olahraga tepok bulu adalah cabang olahraga tradisionil bagi
bangsa-bangsa di Asia. Dengan dipertandingkannya bulu tangkis di SEA
Games tentu akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan dan
kemajuan bulu tangkis agar tetap bisa dipertandingkan di Olimpiade 2020.
“Keputusan
ini layak disambut hangat. Semoga bulu tangkis bisa terus dimainkan di
SEA Games dan tetap dipertandingkan di Olimpiade mendatang,” harap
Koesdarto.
"PBSI Akan Bangun Sekolah Khusus Atlet Bulu Tangkis"...
(Jakarta, 15/2/2013) Pendidikan bagi atlet
dipandang sebagai aspek penting dalam menunjang prestasi. Dalam
olahraga, atlet tidak hanya mengandalkan otot dan kekuatan, namun otak
dan tingkat kecerdasan juga memegang peranan penting.
Untuk itu, Ketua Umum PB PBSI Gita Wirjawan akan membangun sekolah khusus atlet bulu tangkis yang akan menampung 81 atlet di Pelatnas Cipayung.
“Kecerdasan itu penting bagi atlet, ini bisa mempengaruhi pola pikir dan kecerdikan mereka di lapangan. Sekolah ini mengadopsi sistem pendidikan seperti di Sekolah Olahraga di Ragunan, dengan kurikulum tailor made. Waktu belajar juga akan disesuaikan dengan jadwal latihan” ungkap Gita.
Selain itu menurut Menteri Perdagangan RI ini, tujuan lain didirikannya sekolah khusus atlet bulu tangkis ini adalah untuk membekali atlet pada saat mereka berhenti bermain bulu tangkis.
“Kalau memiliki bekal pendidikan, atlet yang sudah pensiun bisa bekerja di Kementrian Olahraga, KONI, KOI dan sebagainya” jelas Gita.
Tak main-main, Gita mengatakan program sekolah atlet bulu tangkis ini akan dijalankan tahun ini juga. Gita bahkan sudah melakukan diskusi dengan sejumlah pihak-pihak terkait dengan program sekolah ini, salah satunya adalah pakar ilmu Fisika, Johannes Surya. Bersama Johannes, Gita membahas soal pengaturan sistem pembelajaran yang tentunya akan berbeda dengan sekolah biasa.
Tak hanya atlet, pelatih pun ternyata bisa memanfaatkan wadah pendidikan yang disediakan PBSI ini. Tingkat pendidikan juga akan disesuaikan melalui tes yang akan dilakukan sesuai minat, bakat, dan kemampuan atlet tersebut.
Selain membangun sekolah, Gita telah menambah fasilitas asrama putri yang dibangun di kompleks Pelatnas Cipayung. Pemain putri akan segera menempati asrama baru mereka dalam waktu dekat.
“Pelatnas Cipayung kini dilengkapi berbagai fasilitas seperti air panas, wifi, tv cable. Khusus wifi dan tv cable ini tidak dipasang di kamar, karena kamar hanya difungsikan untuk istirahat” tambah Gita.
badmintonindonesia.org
A5 (^_^)"
Untuk itu, Ketua Umum PB PBSI Gita Wirjawan akan membangun sekolah khusus atlet bulu tangkis yang akan menampung 81 atlet di Pelatnas Cipayung.
“Kecerdasan itu penting bagi atlet, ini bisa mempengaruhi pola pikir dan kecerdikan mereka di lapangan. Sekolah ini mengadopsi sistem pendidikan seperti di Sekolah Olahraga di Ragunan, dengan kurikulum tailor made. Waktu belajar juga akan disesuaikan dengan jadwal latihan” ungkap Gita.
Selain itu menurut Menteri Perdagangan RI ini, tujuan lain didirikannya sekolah khusus atlet bulu tangkis ini adalah untuk membekali atlet pada saat mereka berhenti bermain bulu tangkis.
“Kalau memiliki bekal pendidikan, atlet yang sudah pensiun bisa bekerja di Kementrian Olahraga, KONI, KOI dan sebagainya” jelas Gita.
Tak main-main, Gita mengatakan program sekolah atlet bulu tangkis ini akan dijalankan tahun ini juga. Gita bahkan sudah melakukan diskusi dengan sejumlah pihak-pihak terkait dengan program sekolah ini, salah satunya adalah pakar ilmu Fisika, Johannes Surya. Bersama Johannes, Gita membahas soal pengaturan sistem pembelajaran yang tentunya akan berbeda dengan sekolah biasa.
Tak hanya atlet, pelatih pun ternyata bisa memanfaatkan wadah pendidikan yang disediakan PBSI ini. Tingkat pendidikan juga akan disesuaikan melalui tes yang akan dilakukan sesuai minat, bakat, dan kemampuan atlet tersebut.
Selain membangun sekolah, Gita telah menambah fasilitas asrama putri yang dibangun di kompleks Pelatnas Cipayung. Pemain putri akan segera menempati asrama baru mereka dalam waktu dekat.
“Pelatnas Cipayung kini dilengkapi berbagai fasilitas seperti air panas, wifi, tv cable. Khusus wifi dan tv cable ini tidak dipasang di kamar, karena kamar hanya difungsikan untuk istirahat” tambah Gita.
badmintonindonesia.org
A5 (^_^)"
BALI kami datang
matthew jaya astec jakarta . hari ini kami akan berangkat dengan 2 rombongan , rombongan pertama akan berangkat pada pukul 06.30 waktu jakarta dan rombongan kedua akan berangkat pada 11.00 waktu jakarta juga.
Anak anak kami khususnya yang belum pernah berkunjung ke bali , sangat senang dan gembira apa lagi nanti mereka akan melihat berbagai kebudayaan dan jenis tarian tarian serta tempat wisata yang menakjubkan di bali.
General manager yohanes upi mengatakan "saya dan team pengurus sangat mendukung kegiatan ini , apa lagi semangat anak anak terus bertambah , bali adalah pusat atlet atlet yang sangat istimewa , latihan bersama ini saya harapkan akan berlanjut untuk kedepannya , nanti disana kami akan berlatih bersama dengan PB.ANUGERAH BALI , yang diketuai oleh bp chandra , saya sangat berterima kasih atas kesediaan PB.ANUGERAH menerima kunjungan kami , hal ini akan lebih menjalin hubungan jangka panjang antar sesama klub dan sesama pecinta bulutangkis di tanah air"
braavoooo
matthew jaya astec jakarta
Anak anak kami khususnya yang belum pernah berkunjung ke bali , sangat senang dan gembira apa lagi nanti mereka akan melihat berbagai kebudayaan dan jenis tarian tarian serta tempat wisata yang menakjubkan di bali.
General manager yohanes upi mengatakan "saya dan team pengurus sangat mendukung kegiatan ini , apa lagi semangat anak anak terus bertambah , bali adalah pusat atlet atlet yang sangat istimewa , latihan bersama ini saya harapkan akan berlanjut untuk kedepannya , nanti disana kami akan berlatih bersama dengan PB.ANUGERAH BALI , yang diketuai oleh bp chandra , saya sangat berterima kasih atas kesediaan PB.ANUGERAH menerima kunjungan kami , hal ini akan lebih menjalin hubungan jangka panjang antar sesama klub dan sesama pecinta bulutangkis di tanah air"
braavoooo
matthew jaya astec jakarta
Jumat, Februari 15, 2013
Alan Budikusuma Tak Pernah Lepas dari Bulutangkis
Alan Budikusuma Tak Pernah Lepas dari Bulutangkis
Di Surabaya 29 Maret 1968 lalu,
lahirlah seorang putra yang diberi nama Alan Budikusuma. Ia menjadi
salah satu warga Indonesia yang mendapatkan tanda kehormatan Republik
Indonesia Bintang Jasa Utama, yakni penghargaan tertinggi yang bisa
diberikan negara kepada warga negara yang dianggap berjasa kepada nusa
dan bangsa. Tanda kehormatan ini, ia dapatkan usai meraih medali emas
Olimpiade bersama calon istrinya kala itu, Susi Susanti di Barcelona
tahun 1992.
Selain meraih medali emas di cabang olah raga yang baru pertama kali dipertandingkan di Olimpiade tersebut, Alan pernah mencatatkan beberapa prestasi lainnya, seperti menjuarai Belanda Terbuka (1989), dua kali juara Thailand Terbuka, yaitu pada 1989 dan 1991, Cina Terbuka (1991), Jerman Terbuka (1992), Invitasi Piala Dunia (1993), dan Malaysia Terbuka (1995).
Usai Olimpiade 1996, Alan gantung raket. Namun hal ini tak lantas membuatnya berhenti dari dunia bulutangkis, kini ia memiliki produk bulutangkis yang ia beri nama Alan Susi Technology (Astec) yang saat ini mulai dikenal masyarakat luas, terlebih lagi usai Astec berhasil menggaet beberapa nama Pelatnas untuk mereka sponsori, diantaranya adalah atlet PB Djarum yang kini berada di Pelatnas, Dionysius Hayom Rumbaka.
Hayom mengakui salah satu pertimbangannya untuk memilih Astec dibanding produk lain yang menawarkan nilai kontrak lebih besar, adalah sosok Alan. Ia bertutur bahwa Alan bisa ia jadikan sebagai panutan dan role model yang akan ia ikuti jejaknya.
"Selain produk Indonesia, saya pun mempertimbangkan bahwa produk ini adalah milik Alan dan Susi. Dua orang yang bisa saya jadikan panutan," tuturnya. (IR)
Selain meraih medali emas di cabang olah raga yang baru pertama kali dipertandingkan di Olimpiade tersebut, Alan pernah mencatatkan beberapa prestasi lainnya, seperti menjuarai Belanda Terbuka (1989), dua kali juara Thailand Terbuka, yaitu pada 1989 dan 1991, Cina Terbuka (1991), Jerman Terbuka (1992), Invitasi Piala Dunia (1993), dan Malaysia Terbuka (1995).
Usai Olimpiade 1996, Alan gantung raket. Namun hal ini tak lantas membuatnya berhenti dari dunia bulutangkis, kini ia memiliki produk bulutangkis yang ia beri nama Alan Susi Technology (Astec) yang saat ini mulai dikenal masyarakat luas, terlebih lagi usai Astec berhasil menggaet beberapa nama Pelatnas untuk mereka sponsori, diantaranya adalah atlet PB Djarum yang kini berada di Pelatnas, Dionysius Hayom Rumbaka.
Hayom mengakui salah satu pertimbangannya untuk memilih Astec dibanding produk lain yang menawarkan nilai kontrak lebih besar, adalah sosok Alan. Ia bertutur bahwa Alan bisa ia jadikan sebagai panutan dan role model yang akan ia ikuti jejaknya.
"Selain produk Indonesia, saya pun mempertimbangkan bahwa produk ini adalah milik Alan dan Susi. Dua orang yang bisa saya jadikan panutan," tuturnya. (IR)
sumber website : pbdjarum
pelatnas dan astec
ASTEC
bangga dapat ikut serta memberi dukungan kepada 8 atlit pelatnas
kebanggaan Indonesia : Dionysius Hayom Rumbaka, Selvanus G, Alexander
Ronald, Gloria Emanuelle Widjaya, Anneke Feinya Agustin, Bellaetrix
Manuputty, Melati Daeva Oktavianti dan Rosyita Eka Putri Sari.
Teruslah tingkatkan prestasi untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia internasional.
Jayalah bulutangkis Indonesia.
Astec - Challenge, Ignite, Invigorate
-winning is a state of mind-
Teruslah tingkatkan prestasi untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia internasional.
Jayalah bulutangkis Indonesia.
Astec - Challenge, Ignite, Invigorate
-winning is a state of mind-
Remembering Legendary All England Winner Eddy Choong
Text by Gayle Alleyne
This
visionary insight from Malaysian and world badminton legend, Datuk Eddy
Choong, highlights what motivated and drove him throughout a stellar
career – the pinnacle of which was his four-year vice grip on the All
England Men’s Singles title (1953, 1954, 1956 and 1957).
“My aim was always to set a benchmark for others to meet.
If we were to gauge our progress it is through surpassing our
forefathers.”
The 82-year-old, who passed away
yesterday afternoon in his homeland, was revered in the badminton world
for his amazing string of success both as a singles and doubles player;
teaming up with his brother David in the latter pursuit. In total,
Choong counted 450 titles; 75 international championships in 14
countries. He was also a member of Malaysia’s triumphant Thomas Cup
squad in 1955.
This famed son of Penang was part of the Asian wave in the 1950s that
transformed badminton which was previously a European-dominated sport.
Standing just five feet, four inches, he literally looked up to many
rivals – on court however it was a totally different story.
In fact, his diminutive stature proved an advantage; his lightning speed and famous jump-smashes combining to be the
undoing
of countless opponents. Never resting on his laurels, the ambitious
Choong was known to train tirelessly as well as research equipment and
techniques that could improve his game. His dedication to this regime
was likely among the reasons he enjoyed such longevity as a shuttler,
winning the All England Veterans Men’s Doubles title at age 53.
In recognition of his exemplary achievements and outstanding
contribution to badminton, the International Badminton Federation (IBF) –
the forerunner to the Badminton World Fedration (BWF) – introduced the
“Eddy Choong Player of the Year” award. In 2008, BWF changed the award
to the “Eddy Choong Most Promising Player of the Year”.
Choong leaves behind his widow Datin Maggie Choong, four sons and five grandchildren. His remains will be cremated on Friday.
The BWF extends condolences to his family and wide circle of friends throughout the badminton community.
*****
PHOTOS:
BADMINTON'S BEST: Datuk Eddy Choong (left)
is pictured in his heyday. At right, Choong is honoured by the
International Badminton Federation (IBF) with the Herbert Scheele Award
for Outstandingly Exceptional Services. Presenting the award was then
IBF President, Madame Lu Shengrong of China.
* Photo at left compliments the Olympic Council of Malaysia (OCM) Sports Museum & Hall of Fame
tour ke pulau dewata
www.dwijayafoundation.blogspot.com Klub yang berdiri sejak 2011 dan terdaftar resmi di PBSI jakarta barat mengawali karir klubnya di kejuaraan wilayah jakarta barat serta beberapa turnamen disepanjang tahun 2011 hingga 2012 , di tahun 2013 manager matthew memiliki agenda untuk tour ke indonesia salah satunya pulau dewata BALI yang memiliki sejuta pesonanya.
Keramahan penduduk asli ataupun pendatang sangat mengundang kenginginan sang manager untuk kembali berkunjung untuk berlibur disana , akan tetapi kali ini sang manager membawa anak anak dari team matthew jaya astec jakarta untuk berlatih serta jalan jalan di pulau bali dari tanggal 16 februari hingga 22 februari mendatang.
Pelatprov bali adalah tombak utama dari klub klub bali yang bernaung dibawahnya , Pelatprov bali pun sudah banyak mencetak juara dari sejak doloe.
Kami sangat senang mendapatkan kesempatan untuk melakukan latihan bersama dengan pelatprov bali yang rencana akan berlatih bersama pada hari minggu 17 februari.
Novotel nusa dua bali menjadi tempat kami menginap selama sepekan di bali , karena kami memiliki member tetap disana.
Tahun depan rencana team matthew jaya astec yang dinahkodai sang manager akan berkunjung ke Phillipine untuk melakukan latihan bersama dengan beberapa klub disana dan seklaigus melakukan tour kembali disana.
braavooo
MATTHEW JAYA ASTEC JAKARTA
Keramahan penduduk asli ataupun pendatang sangat mengundang kenginginan sang manager untuk kembali berkunjung untuk berlibur disana , akan tetapi kali ini sang manager membawa anak anak dari team matthew jaya astec jakarta untuk berlatih serta jalan jalan di pulau bali dari tanggal 16 februari hingga 22 februari mendatang.
Pelatprov bali adalah tombak utama dari klub klub bali yang bernaung dibawahnya , Pelatprov bali pun sudah banyak mencetak juara dari sejak doloe.
Kami sangat senang mendapatkan kesempatan untuk melakukan latihan bersama dengan pelatprov bali yang rencana akan berlatih bersama pada hari minggu 17 februari.
Novotel nusa dua bali menjadi tempat kami menginap selama sepekan di bali , karena kami memiliki member tetap disana.
Tahun depan rencana team matthew jaya astec yang dinahkodai sang manager akan berkunjung ke Phillipine untuk melakukan latihan bersama dengan beberapa klub disana dan seklaigus melakukan tour kembali disana.
braavooo
MATTHEW JAYA ASTEC JAKARTA
AYOO BURUAN DAFTARKAN TEAM KAMU
LIGA PELAJAR 2013
2. PELAKSANAAN
Waktu : Tanggal 9-10 maret 2013, Mulai pukul : 08.30 WIB
Tempat :Cometa arena pluit , jl pluit selatan blok s no 1 penjaringan jakarta utara
Acara pembukaan Hari /Tanggal : Sabtu 09 Februari 2013, Pukul : 08.00 WIB
Tempat : Cometa arena pluit , jl penjaringan jakarta utara
3. KETENTUAN PENDAFTARAN, UNDIAN DAN MANAGER MEETING :
3.1 Pendaftaran :
- Pendaftaran dilakukan sejak
edaran ini dikeluarkan dan DITUTUP pada hari kamis, 5 maret 2013 Pukul : 16.00 WIB dialamatkan kepada :
Sekretariat Pengurus matthew jaya pusat.:
- Alamat : jl.klingkit 2 no 27 rt 001 / rw 012 cengkareng bojong indah rt 001 / rw 012
- Telp. : 02160706383 via tlp
- Email : pbmatthewjaya@yahoo.com
- Contact Person :upi 087883261236 , restu 087781248714 - Terlampir formulir isian untuk pendaftaran peserta.
- Panitia tidak menerima pendaftaran melalui sms.
- Biaya pendaftaran masing-masing nomor sebagai berikut :
- Beregu putra Putra dan putri SD : Rp.400.000
- Beregu putra dan putri SMP : Rp.400.000
- Beregu putra dan putri sma dan universitas / klub : Rp 400.000
- Peserta yang tidak ada datanya atau belum melunasi uang pendaftaran akan dicoret dan tidak dipertandingkan (uang pendaftaran harus lunas uang satu minggu sebelum pertandingan)
- masing masing team berisikan 2 pemain putra dan 2 pemain putri (1 team 4 orang),tidak diperkenankannya adanya cadangan
3.2. Undian
- Undian akan dilaksanakan oleh team panitia
- Manager Meeting dilaksanakan pada hari Kamis Tanggal 7 maret 2013 ( 2 hari sebelum kejuaraan waktu setempat ) pukul 14.00 WIB , bertempat di COMETA arena pluit jl.pluit selatan blok s no 1 penjaringan jakarta utara Bagi peserta yang sudah mendaftar dan membayar uang pendaftaran, jika mengundurkan diri maka uang pendaftaran akan menjadi hak panitia tanpa suatu alasan apapun.
- Referee : dwi jaya team refree
Pengunduran diri harus dilakukan paling lambat 8 ( delapan ) hari sebelum tanggal dimulainya pertandingan sebelum pelaksanaan undian oleh team refree.
5. PESERTA
Peserta adalah : Terbuka untuk undangan maupun non undangan
6. KELOMPOK WAJIB USIA YANG DIPERTANDINGKAN
SD , SMP ,SMA dan universitas
7. KETENTUAN KEABSAHAN
- Team Keabsahan berwenang melakukan wawancara langsung dengan pemain untuk mendapatkan keterangan menyangkut keabsahan umur.
- Apabila terbukti umurnya/sekolahnya tidak sesuai dengan datanya, akan dikenai sanksi tidak boleh mengikuti pertandingan
Pertandingan beregu
9. SHUTTLECOCK (T B A) Shuttlecock yang digunakan disediakan dan diatur oleh Panitia Pelaksana .
10. PERATURAN PERTANDINGAN
- Peraturan pertandingan yang dipergunakan adalah peraturan PBSI / BWF.
- Seorang atlet hanya dibenarkan bermain 3x pada event/partai yang berbeda.
- Pemain yang harus bermain berturut-turut berhak mendapatkan istirahat 30 menit di antara dua pertandingan yang akan dilakukan secara berturut-turut.
- team serta pemain yang gilirannya bertanding sesuai jadwalnya setelah dipanggil dalam waktu 5 (lima) menit tidak hadir / memasuki lapangan dinyatakan kalah / WO.
- Selain pemain yang dipanggil untuk bertanding tidak dibenarkan masuk lapangan.
- Apabila terjadi gangguan, Referee berhak menunda / memindahkan pertandingan dengan melanjutkan score yang telah dicapai.
- Apabila akan memberikan perlengkapan tambahan kepada pemain yang sedang bertanding harus melalui Referee.
- Jadwal yang tertera dalam buku panduan menjadi dasar dilaksanakannya suatu pertandingan, namun pertandingan dapat dimajukan waktunya atau mundur karena terjadi WO dan lain sebagainya.
- Peserta wajib mengetahui bila dan di mana pertandingannya dilakukan.
Pemain yang mengalami cidera sewaktu bertanding tidak mendapatkan waktu khusus untuk memulihkan cideranya, apabila tidak dapat melanjutkan pertandingan dinyatakan kalah.
12. SCORE SISTEM DAN INTERVAL
- Pertandingan menggunakan score 21 rally point
- Apabila telah mencapai score 11pemain berhak istirahat tidak melebihi 30 detik, di mana Pelatih diperkenankan mendatangi pemain untuk memberikan instruksi-instruksi, namun pemain dilarang meninggalkan lapangan.
- Antara game pertama dan kedua atau antara game kedua dan ketiga ( bila ada ) pemain berhak istirahat tidak lebih dari 120 detik.
- Pelatih boleh memberikan instruksi dengan kata-kata atau isyarat pada saat shuttle not in play.
Tidak diperkenankan melakukan pergantian pemain ( substitusi untuk semua nomor yang dipertandingkan.
14. KETENTUAN PAKAIAN / IKLAN
- Ketentuan pakaian mengikuti ketentuan PBSI.
- Pemain harus berpakaian olahraga yang pantas / sopan warna bebas, dan untuk pemain ganda wajib berpakaian yang sama mulai Semifinal.
- Nama pemain wajib ditulis pada bagian belakang kaos, sesuai dengan tata letak tulisan pada pakaian, tinggi huruf minimal 6 cm dan maksimal 10 cm, berlaku sejak awal pertandingan.
- Iklan boleh dipasang pada lengan kiri dan kanan, kerah kiri dan kanan serta bagian depan baju.
- Jumlah iklan tidak lebih dari 6 ( enam ) buah dengan ukuran tidak melebihi dari 30 cm2.
- Pakaian lain : Pada setiap sepatu dan kaos kaki boleh mencantumkan 1 ( satu ) iklan dengan ketentuan tidak melebihi 30 cm2
- Official / Pelatih yang mendampingi pemain di lapangan harus berpakaian yang pantas dan bersepatu. (tidak diperkenankan memakai celana jeans)
- Protes harus diajukan oleh Manager yang bersangkutan secara tertulis ditujukan kepada Referee disertai uang protes sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) tunai.
- Pihak yang memprotes harus memiliki data pembanding dan pihak yang diprotes harus dapat menunjukkan bukti yang diminta untuk bahan penyelesaian.
- Apabila pihak yang diprotes tidak dapat menunjukkan / menyerahkan data-data yang diminta sesuai dengan waktu yang telah ditentukan akan dikenakan sanksi DISKUALIFIKASI.
- Protes yang tidak memenuhi persyaratan tidak akan dilayani.
- Protes yang dilakukan paling lambat diajukan ke Referee 15 menit setelah pertandingan yang bersangkutan selesai.
- Uang protes menjadi milik Panitia Pelaksana.
Panitia tidak menanggung biaya peserta, seluruh biaya menjadi tanggungjawab masing-masing peserta.
17. KETENTUAN PERWASITAN
- Wasit/ Hakim Service/ Hakim Garis yang memimpin pertandingan ditunjuk oleh Panitia Pelaksana/ Referee.
- Keputusan Wasit yang memimpin pertandingan bersifat mengikat.
- Wasit dapat menganulir keputusan Hakim Garis.
- Referee berhak memutuskan segala sesuatu yang menyangkut pertandingan dan keputusannya bersifat Final.
- Semua Juara I s.d. Semifinal mendapatkan HADIAH,MEDALI serta trophy dan sertifikat .
Panpel tidak menyediakan transportasi
20. KETENTUAN LAIN-LAIN
Hal-hal lain yang belum tertera dalam ketentuan ini akan ditentukan kemudian.
Ditetapkan di kantor pengurus pusat matthew jaya
Pada tanggal : 26 November 2012
PANITIA PELAKSANA
LIGA PELAJAR 2013
Kontrak Individu Pacu Motivasi Atlet
Bulutangkis.com - Perubahan sistem kontrak
atlet dari sistem kolektif ke individu diyakini akan memacu atlet untuk
lebih berprestasi. Semakin berprestasi, maka semakin tinggi pula nilai
jual atlet di mata sponsor. Sebaliknya, mereka yang kurang berprestasi
akan sulit untuk mendapatkan dukungan dari sponsor.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada sponsor yang selama ini begitu supportif dan kooperatif. Semoga dengan sistem ini atlet jadi makin termotivasi. Ini pun menunjukkan bahwa jadi atlet bulu tangkis juga memiliki penghasilan yang menjanjikan dan bisa memancing bibit-bibit baru,” kata Anton Subowo, Kabid Dana dan Usaha PBSI pada acara jumpa pers di Pelatnas Cipayung, Kamis (14/2).
Sistem sponsor individu ini merupakan salah satu program yang diterapkan kepengurusan baru dibawah pimpinan Gita Wirjawan. Sebelumnya, sistem kontrak yang diberlakukan adalah sistem kolektif. Selain sistem kontrak baru dengan nilai yang lebih tinggi, atlet juga akan mendapatkan bonus dari sponsor jika berhasil menjuarai turnamen bergengsi. Jumlah bonus ini bahkan mungkin saja melebihi prize money yang ditawarkan penyelenggara turnamen.
“Khusus pelatih dan asisten, PBSI akan memberikan bonus 3 kali lipat dari gaji terkini jika atlet didikannya berhasil menjuarai All England dan World Champion tahun ini. Sementara atletnya sendiri pasti akan mendapat bonus juga dari sponsor, jumlahnya bisa lebih besar dari prize money yang mereka dapat,” tambah Anton.
Dalam kesempatan ini, Anton juga menyebutkan bahwa sebanyak 80 atlet telah menyelesaikan proses pelelangan sponsor untuk durasi mayoritas dua tahun. Satu atlet lainnya, Tommy Sugiarto yang baru-baru ini masuk pelatnas telah menyelesaikan sendiri kontraknya dengan Yonex. (PR)
“Kami mengucapkan terima kasih kepada sponsor yang selama ini begitu supportif dan kooperatif. Semoga dengan sistem ini atlet jadi makin termotivasi. Ini pun menunjukkan bahwa jadi atlet bulu tangkis juga memiliki penghasilan yang menjanjikan dan bisa memancing bibit-bibit baru,” kata Anton Subowo, Kabid Dana dan Usaha PBSI pada acara jumpa pers di Pelatnas Cipayung, Kamis (14/2).
Sistem sponsor individu ini merupakan salah satu program yang diterapkan kepengurusan baru dibawah pimpinan Gita Wirjawan. Sebelumnya, sistem kontrak yang diberlakukan adalah sistem kolektif. Selain sistem kontrak baru dengan nilai yang lebih tinggi, atlet juga akan mendapatkan bonus dari sponsor jika berhasil menjuarai turnamen bergengsi. Jumlah bonus ini bahkan mungkin saja melebihi prize money yang ditawarkan penyelenggara turnamen.
“Khusus pelatih dan asisten, PBSI akan memberikan bonus 3 kali lipat dari gaji terkini jika atlet didikannya berhasil menjuarai All England dan World Champion tahun ini. Sementara atletnya sendiri pasti akan mendapat bonus juga dari sponsor, jumlahnya bisa lebih besar dari prize money yang mereka dapat,” tambah Anton.
Dalam kesempatan ini, Anton juga menyebutkan bahwa sebanyak 80 atlet telah menyelesaikan proses pelelangan sponsor untuk durasi mayoritas dua tahun. Satu atlet lainnya, Tommy Sugiarto yang baru-baru ini masuk pelatnas telah menyelesaikan sendiri kontraknya dengan Yonex. (PR)
Inilah Sponsor Pemain dan Pelatih Pelatnas
Bulutangkis.com - Sebanyak 80 atlet
Pelatnas PBSI telah menyelesaikan proses pelelangan dengan sponsor baru
mereka di tahun 2013. Lewat sistem baru ini, maka peluang tiap sponsor
pun menjadi terbuka untuk memeberikan dukungan kepada atlet secara
individual, berbeda dengan sistem kolektif yang sebelumnya diberlakukan.
“Kami berterima kasih kepada PBSI atas sistem baru ini. Pemain harus bisa berprestasi, kalau tidak ya mungkin mereka tidak akan dipertahankan oleh sponsor,” ungkap Mahendar Kapoor, perwakilan dari Li Ning.
“Ini adalah langkah yang bagus, dalam empat sampai lima tahun lagi akan terlihat hasilnya. Sistem ini merupakan sistem pelelangan sponsor yang paling demokratis,” tambah Mahendar Kapoor.
Berikut rekap sponsor individu pemain dan pelatih Pelatnas PBSI 2013 :
Victor : 24 orang
Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Meiliana Jauhari, Wisnu Yuli Prasetyo, Alfian Eko Prasetya, Riyanto Subagja, Rendy Sugiarto, Berry Angriawan, Agrippina Prima Rahmanto Putera, Anggia Shitta Awanda, Ririn Amelia, Sri Wulan Sari, Edi Subaktiar, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Rafiddias Akhdan Nugroho, Putra Eka Rhoma, Hafiz Faisal, Ihsan Maulana Mustofa, Thomi Azizan Mahbub, M. Bayu Pangisthu, Irfan Fadhilah, Weni Anggraini, Yeni Asmarani, Liang Chiu Sia (pelatih).
Pelatih yang masih dalam proses negosiasi dengan Victor adalah Yanti Kusmiati, Dimas, Endra Muyajaya, Namrih Suroto dan Imam Tohari.
Yonex : 21 orang
Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Muhammad Rijal, Fran Kurniawan, Shendy Puspa Irawati, Linda Wenifanetri, Bona Septano, Greysia Polii, Shesar Hiren Rhustavito, Ricky Karanda, Muhammad Ulinnuha, Afiat Yuris Wirawan. Pelatih : Christian Hadinata, Richard Mainaky, Joko Suprianto, Herry Iman Pierngadi, Rionny Frederik Mainaky, Chafidz Yusuf, Marleve Mainaky, Nova Widianto, Aryono Miranat.
Flypower : 19 orang
Rian Agung Saputro, Angga Pratama, Nitya Krishinda Maheswari, Suci Rizki Andini, Della Destiara Haris, Arya Maulana Aldiartama, Hardianto, Ruselli Hartawan, Riky Widianto, Richi Puspita Dili, Maria Febe Kusumastuti, Hera Desi Ana Rachmawati, Maziyyah Nadhir, Renna Suwarno, Shela Devi Aulia, Gebby Ristiyani Imawan, Tiara Rosalia Nuraidah, Komala Dewi, Jenna Gozali.
Li Ning : 9 orang
Simon Santoso, Sony Dwi Kuncoro, Debby Susanto, Aprilia Yuswandari, Arief Gifar Ramadhan, Panji Akbar Sudrajat, Jonathan Christie, Anthony Ginting, Adriyanti Firdasari.
Astec : 8 orang
Dionysius Hayom Rumbaka, Anneke Feinya Agustine, Gloria Emanuelle Widjaja, Bellaetrix Manuputty, Ronald Alexander, Selvanus Geh, Melati Daeva Octavianti, Rosyita Eka Putri Sari.
Babolat : 4 orang
Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira, Ade Yusuf, Lukhi Apri Nugroho, Annisa Saufika.
Reinforce Speed (RS) : 5 orang
Hanna Ramadini, Melvira Oklamona, Maretha Dea Giovani, Imma Muthia Khairunnisa, Sarwendah (pelatih).
(Sumber: PBSI)
“Kami berterima kasih kepada PBSI atas sistem baru ini. Pemain harus bisa berprestasi, kalau tidak ya mungkin mereka tidak akan dipertahankan oleh sponsor,” ungkap Mahendar Kapoor, perwakilan dari Li Ning.
“Ini adalah langkah yang bagus, dalam empat sampai lima tahun lagi akan terlihat hasilnya. Sistem ini merupakan sistem pelelangan sponsor yang paling demokratis,” tambah Mahendar Kapoor.
Berikut rekap sponsor individu pemain dan pelatih Pelatnas PBSI 2013 :
Victor : 24 orang
Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Meiliana Jauhari, Wisnu Yuli Prasetyo, Alfian Eko Prasetya, Riyanto Subagja, Rendy Sugiarto, Berry Angriawan, Agrippina Prima Rahmanto Putera, Anggia Shitta Awanda, Ririn Amelia, Sri Wulan Sari, Edi Subaktiar, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Rafiddias Akhdan Nugroho, Putra Eka Rhoma, Hafiz Faisal, Ihsan Maulana Mustofa, Thomi Azizan Mahbub, M. Bayu Pangisthu, Irfan Fadhilah, Weni Anggraini, Yeni Asmarani, Liang Chiu Sia (pelatih).
Pelatih yang masih dalam proses negosiasi dengan Victor adalah Yanti Kusmiati, Dimas, Endra Muyajaya, Namrih Suroto dan Imam Tohari.
Yonex : 21 orang
Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Muhammad Rijal, Fran Kurniawan, Shendy Puspa Irawati, Linda Wenifanetri, Bona Septano, Greysia Polii, Shesar Hiren Rhustavito, Ricky Karanda, Muhammad Ulinnuha, Afiat Yuris Wirawan. Pelatih : Christian Hadinata, Richard Mainaky, Joko Suprianto, Herry Iman Pierngadi, Rionny Frederik Mainaky, Chafidz Yusuf, Marleve Mainaky, Nova Widianto, Aryono Miranat.
Flypower : 19 orang
Rian Agung Saputro, Angga Pratama, Nitya Krishinda Maheswari, Suci Rizki Andini, Della Destiara Haris, Arya Maulana Aldiartama, Hardianto, Ruselli Hartawan, Riky Widianto, Richi Puspita Dili, Maria Febe Kusumastuti, Hera Desi Ana Rachmawati, Maziyyah Nadhir, Renna Suwarno, Shela Devi Aulia, Gebby Ristiyani Imawan, Tiara Rosalia Nuraidah, Komala Dewi, Jenna Gozali.
Li Ning : 9 orang
Simon Santoso, Sony Dwi Kuncoro, Debby Susanto, Aprilia Yuswandari, Arief Gifar Ramadhan, Panji Akbar Sudrajat, Jonathan Christie, Anthony Ginting, Adriyanti Firdasari.
Astec : 8 orang
Dionysius Hayom Rumbaka, Anneke Feinya Agustine, Gloria Emanuelle Widjaja, Bellaetrix Manuputty, Ronald Alexander, Selvanus Geh, Melati Daeva Octavianti, Rosyita Eka Putri Sari.
Babolat : 4 orang
Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira, Ade Yusuf, Lukhi Apri Nugroho, Annisa Saufika.
Reinforce Speed (RS) : 5 orang
Hanna Ramadini, Melvira Oklamona, Maretha Dea Giovani, Imma Muthia Khairunnisa, Sarwendah (pelatih).
(Sumber: PBSI)
Rabu, Februari 13, 2013
HAPPY BIRTHDAY 2 YOU
segenap pengurus,pelatih dan atlet serta orang tua murid di
MATTHEW JAYA ASTEC BADMINTON CLUB MENGUCAPKAN
"Selamat Merayakan Hari Ulang Tahun kepada atlit bulutangkis kebanggaan Indonesia, SUSY SUSANTI.
Semoga selalu diberkati dengan kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan"
Terima kasih karena telah mengharumkan nama Indonesia.
Semoga prestasi gemilang yang telah dicapai dapat menjadi contoh teladan yang terus memotivasi atlit-atlit bulutangkis muda Indonesia.
bravooo
INDONESIA KU
Senin, Februari 11, 2013
satu kehormatan untuk kami
matthew jaya astec badminton school pada 16 februari mendatang sampai dengan 22 februari akan melakukan tournya ke pulau dewata bali , bertujuan meningkatkan kebersamaan dalam team serta melakukan latihan bersama dengan PELATPROV BALI , suatu kebanggaan bagi kami dan team.
General manager matthew jaya yohanes upi "terima kasih pak made dan pelatih serta atlet atlenya yang sudah menerima latihan persahabatan dari kami"
ayooo
semangat yah matthew jaya astec
pbsi jakarta barat
General manager matthew jaya yohanes upi "terima kasih pak made dan pelatih serta atlet atlenya yang sudah menerima latihan persahabatan dari kami"
ayooo
semangat yah matthew jaya astec
pbsi jakarta barat
Minggu, Februari 10, 2013
Sabtu, Februari 09, 2013
bulutangkis adalah HIDUP dan MATI saya
Yohanes upi selaku salah satu pendiri MATTHEW jaya astec badminton school , saya dibesarkan dari keluarga bulutangkis dan ayah saya adalah salah satu anak didik dan asisten pelatih TANG XIN FU yang saat ini berada di pelatnasnya china , sering kali opa TANG XIN FU ketika datang untuk mendampingin putra dan putri negara super power for badminton mengontek ayah saya untuk ketemu dan ngobrol serta tukar pikiran , banyak hal yang saya pelajari dari sana.
Saya dulu berlatih di klub Pelita jaya , saya dilatih oleh mas asep dan pak yasin , saya ingat betul waktu itu , saya berlatih dari jam 4 pagi hingga 7 , lalu saya berangkat kesekolah dan pulang sekolah saya beristirahat sebentar lalu kembali lagi berlatih hingga malam ,
nama saya dibesarkan oleh pelita jaya dan ayah saya , yang terus mensupport dan mendampingi saya , ketika itu saya selalu berpartner dengan tommy sugiarto (ketika kecil) , saya menjadi juara diberbagai event , di bm 77 , bandung , jakarta , serta dki akan tetapi saya mengalami cidera dan tidak melanjutkan karir saya , opa TANG XIN FU dan ayah saya selalu memberi motivasi sehingga saya tidak putus asa dan terus mengembangkan kemampuan dan skill saya dalam melatih , saya ingin menjadi pelatih yang sukses seperti pelatih pelatih senior saat ini.
Mencetak pemain supaya bagus itu gampang akan tetapi mencetak juara amat lah sulit , saya ingin memberikan yang terbaik untuk bulutangkis indonesia , saya berterima kasih kepada tuhan yang sudah memberikan banyak harapan dan mempermudahkan segala aktifitas saya , saya tidak pernah lupa dan lepas untuk berdoa di pagi dan malam hari , karna doa selalu menjauhkan hal hal yang buruk akan terjadi.
Saya bangga bahwa Tommy sugiarto saat ini , menjadi pemain yang luar biasa , cita cita kecil saya waktu itu dan tommy ingin menjadi pemain terbaik asal indonesia , kami berdua akan mengalah kan banyak negara , (cita cita seorang anak).
Untuk adik adik , jangan pernah berhenti berharap , kalian mampu dan bisa serta tetap fokus . Apa tujuan kalian , banyak yang sudah sukses di bulutangkis , banyak universitas dan perusahaan yang ikut serta membantu dalam karir atlet atlet bulutangkis untuk masa depannya.
cita cita saya saat ini ingin mencetak atlet dari nol hingga juara,saya ingin menjadi pelatih terbaik di dunia , saat ini ayah saya sudah mencetak robin gonanza hingga masuk kepelatnas nya singapore , jenna gozali yang saat ini sudah di djarum dan dipelatnas
Terima kasih kepada kalbe , serta astec , om alan dan tante susy susanti yang terus memberikan masukan serta support yang tiada hentinya kepada saya dan matthew jaya , dan semua teman teman yang mendukung saya.
General manager / coach
matthew jaya astec badminton club
Yohanes upi susanto
Saya dulu berlatih di klub Pelita jaya , saya dilatih oleh mas asep dan pak yasin , saya ingat betul waktu itu , saya berlatih dari jam 4 pagi hingga 7 , lalu saya berangkat kesekolah dan pulang sekolah saya beristirahat sebentar lalu kembali lagi berlatih hingga malam ,
nama saya dibesarkan oleh pelita jaya dan ayah saya , yang terus mensupport dan mendampingi saya , ketika itu saya selalu berpartner dengan tommy sugiarto (ketika kecil) , saya menjadi juara diberbagai event , di bm 77 , bandung , jakarta , serta dki akan tetapi saya mengalami cidera dan tidak melanjutkan karir saya , opa TANG XIN FU dan ayah saya selalu memberi motivasi sehingga saya tidak putus asa dan terus mengembangkan kemampuan dan skill saya dalam melatih , saya ingin menjadi pelatih yang sukses seperti pelatih pelatih senior saat ini.
Mencetak pemain supaya bagus itu gampang akan tetapi mencetak juara amat lah sulit , saya ingin memberikan yang terbaik untuk bulutangkis indonesia , saya berterima kasih kepada tuhan yang sudah memberikan banyak harapan dan mempermudahkan segala aktifitas saya , saya tidak pernah lupa dan lepas untuk berdoa di pagi dan malam hari , karna doa selalu menjauhkan hal hal yang buruk akan terjadi.
Saya bangga bahwa Tommy sugiarto saat ini , menjadi pemain yang luar biasa , cita cita kecil saya waktu itu dan tommy ingin menjadi pemain terbaik asal indonesia , kami berdua akan mengalah kan banyak negara , (cita cita seorang anak).
Untuk adik adik , jangan pernah berhenti berharap , kalian mampu dan bisa serta tetap fokus . Apa tujuan kalian , banyak yang sudah sukses di bulutangkis , banyak universitas dan perusahaan yang ikut serta membantu dalam karir atlet atlet bulutangkis untuk masa depannya.
cita cita saya saat ini ingin mencetak atlet dari nol hingga juara,saya ingin menjadi pelatih terbaik di dunia , saat ini ayah saya sudah mencetak robin gonanza hingga masuk kepelatnas nya singapore , jenna gozali yang saat ini sudah di djarum dan dipelatnas
Terima kasih kepada kalbe , serta astec , om alan dan tante susy susanti yang terus memberikan masukan serta support yang tiada hentinya kepada saya dan matthew jaya , dan semua teman teman yang mendukung saya.
General manager / coach
matthew jaya astec badminton club
Yohanes upi susanto
3 laskar cilik matthew , prioritaskan PBSI jakarta barat dari pada IMLEK
matthew jaya astec . IMLEK adalah perayaan tahunan setiap 1 tahun sekali , matthew jaya astec berkomitmen untuk mementingkan tugas utama yang diberikan oleh PBSI jakarta barat ketimbang kepentingan pribadi masing masing baik atlet atau pengurus , tahun ini perayaan imlek tepat pada tanggal 10 februari 2013 dan bertepatan pula dengan ultah dari general manager matthew yakni Yohanes upi , 4 laskar cilik dari matthew jaya merayakan hari imlek akan tetapi , besok adalah pertandingan lanjutan dari kejuaraan beregu anak anak yang diselenggarakan oleh PBSI jakarta timur , maka dari itu Luis nikolas peridi , Jason chris alexander dan Timotius elbert tidak merayakan hari imlek bersama keluarga . dikarenakan akan bertandingan pada hari minggu besok.
General manager matthew jaya "baru tahun ini , saya merayakan imlek bersama atlet saya di tempat pertandingan , lain dari pada yang lain . karna ini memank tugas yang diberikan oleh PBSI jakarta barat , saya , orang tua dan atlet siap melaksanakan tugas panggilan ini"
Matthew jaya astec yang terdaftar resmi di PBSI jakarta barat tidak lupa mengucapkan terima kasih , karena sudah diberikan kesempatan untuk bertanding membela PBSI jakarta barat di tahun 2013 ini , walaupun naik level akan tetapi kami jadikan pengalaman yang tak terlupakan , kekompakan team , manager team dan team official pun kami acungkan jempol , hal ini kami rasa sangat baik untuk meningkatkan kerjasama sebagai suatu team.
bravoooo matthew jaya astec jakarta
General manager matthew jaya "baru tahun ini , saya merayakan imlek bersama atlet saya di tempat pertandingan , lain dari pada yang lain . karna ini memank tugas yang diberikan oleh PBSI jakarta barat , saya , orang tua dan atlet siap melaksanakan tugas panggilan ini"
Matthew jaya astec yang terdaftar resmi di PBSI jakarta barat tidak lupa mengucapkan terima kasih , karena sudah diberikan kesempatan untuk bertanding membela PBSI jakarta barat di tahun 2013 ini , walaupun naik level akan tetapi kami jadikan pengalaman yang tak terlupakan , kekompakan team , manager team dan team official pun kami acungkan jempol , hal ini kami rasa sangat baik untuk meningkatkan kerjasama sebagai suatu team.
bravoooo matthew jaya astec jakarta
SUSY SUSANTI
Susi Susanti, Legenda Bulutangkis Putri Indonesia dan Dunia

Biodata
Nama: Lucia Francisca Susi Susanti
Lahir: Tasikmalaya, Jawa Barat, 11 Februari 1971
Menikah: 9 Februari 1997
Suami: Alan Budikusuma
Anak:
Lourencia Averina (1999)
Albertus Edward (2000)
Sebastianus Frederick (2003)
Prestasi:
- Hall of Fame dari International Badminton Federation (IBF), Mei 2004
- Herbert Scheele Trophy, 2002
- Medali Emas Olimpiade Barcelona, 1992
- Medali Perunggu Olimpiade Atlanta, 1996
- Juara Dunia pada World Championship, 1993
- Juara All England 4 kali (1990, 1991, 1993, 1994)
- Juara Piala Uber bersama tim Uber Indonesia 2 kali (1994 dan 1996)
- Juara Piala Sudirman bersama tim nasional Indonesia, 1989
- Juara World Badminton Grand Prix 6 kali (1990, 1991, 1992, 1993, 1994 dan 1996)
- Juara Indonesia Open 6 kali (1989, 1991, 1994, 1995, 1996, dan 1997)
- Juara Malaysia Open 4 kali (1993, 1994, 1995, dan 1997)
- Juara Japan Open 3 kali (1992, 1994, dan 1995)
- Juara Thailand Open 4 kali (1991, 1992, 1993, dan 1994)
- Juara Denmark Open 2 kali (1991 dan 1992)
- Juara China Taipei Open 2 kali (1991 dan 1994)
- Juara Korea Open, 1995
- Juara Dutch Open, 1993
- Juara Swedish Open, 1991
Penghargaan:
Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama, 1992
* * *
Susi Susanti lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 11 Februari 1971. Pemain bulutangkis putri terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia ini ternyata sudah menyukai permainan bulutangkis sejak duduk di bangku SD. Dukungan orangtuanya membuat ia mantap untuk menjadi atlet bulutangkis. Ia pun memulai karir bulutangkis di klub milik pamannya, PB Tunas Tasikmalaya. Setelah berlatih selama 7 tahun di sana dan memenangkan kejuaraan bulutangkis tingkat junior, pada tahun 1985 ia pindah ke Jakarta. Saat itu ia kelas 2 SMP, namun telah berpikir untuk serius di dunia bulutangkis.
Di Jakarta, Susi tinggal di asrama dan bersekolah di sekolah khusus untuk atlet. Pergaulannya terbatas dengan sesama atlet, bahkan pacaran pun dengan atlet pula. Jadwal latihannya pun sangat padat. Enam hari dalam sepekan, Senin s.d. Sabtu mulai dari pukul 07.00 hingga pukul 11.00. Kemudian disambung lagi dari pukul 15 sampai pukul 19.00. Ada aturan tersendiri untuk makan, jam tidur, sampai tentang pakaian. Ia tidak diperbolehkan menggunakan sepatu dengan hak tinggi untuk menghindari kemungkinan keseleo. Untuk berjalan-jalan ke mall pun hanya bisa pada hari Minggu. Itu pun jarang dilakukan karena lelah berlatih.
Untuk menjadi juara ia memang harus selalu disiplin dan konsentrasi. Akhirnya ia pun menyadari dalam meraih prestasi memang perlu perjuangan dan pengorbanan. “Kalau mau santai dan senang-senang terus, mana mungkin cita-cita saya untuk jadi juara bulutangkis tercapai? Sekarang rasanya puas banget melihat pengorbanan saya ada hasilnya. Ternyata benar juga kata pepatah: Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian,” kata Susi mengenang.
Pada awal kariernya di tahun 1989, Susi sudah berhasil menjadi juara di Indonesian Open. Selain itu berkat kegigihan dan ketekunannya, Susi berhasil turut serta menyumbangkan gelar Piala Sudirman pada tim Indonesia untuk pertama kalinya dan belum pernah terulang sampai saat ini. Setelah itu ia pun mulai merajai kompetisi bulutangkis wanita dunia dengan menjuarai All England sebanyak empat kali (1990, 1991, 1993, 1994) dan menjadi Juara Dunia pada tahun 1993.
Puncak karier Susi bisa dibilang terjadi pada tahun 1992 pada saat ia menjadi juara tunggal putri cabang bulutangkis di Olimpiade Barcelona, 1992. Susi menjadi peraih emas pertama bagi Indonesia di ajang Olimpiade. Uniknya, Alan Budikusuma yang merupakan pacarnya ketika itu, turut menjadi juara di tunggal putra. Mereka berhasil mengawinkan gelar juara tunggal putra dan putri bulutangkis pada Olimpiade Barcelona. Media asing menjuluki mereka sebagai “Pengantin Olimpiade”, sebuah julukan yang terjadi menjadi kenyataan di kemudian hari.
Susi kembali berhasil meraih medali, kali ini medali perunggu pada Olimpiade 1996 di Atlanta, Amerika Serikat. Selain itu, Susi turut serta menorehkan prestasi dengan merebut Piala Uber tahun 1994 dan 1996 bersama tim Uber Indonesia, gelar yang telah lama lepas dari genggaman srikandi-srikandi kita. Puluhan gelar seri grand prix juga berhasil ia raih sepanjang karirnya. Untuk lebih lengkapnya, bisa dilihat pada daftar prestasi Susi Susanti pada bagian Biodata.
Saat masih aktif menjadi pemain, Susi selalu berusaha menjadikan dirinya sebagai contoh yang baik bagi pemain lainnya. Ia sangat disiplin terhadap waktu latihan atau pun di luar latihan. Kiprah Susi Susanti di dunia bulutangkis memang luar biasa. Dalam setiap pertandingan, ia selalu menunjukkan sikap yang tenang dan tanpa emosi bahkan pada saat tertinggal jauh perolehan angkanya. Semangatnya yang pantang menyerah selalu berhasil membuat para pendukungnya yakin Susi akan memberikan usaha yang terbaik.
Walaupun telah puluhan gelar tingkat internasional ia raih, ada satu sikap yang tidak pernah hilang dari diri Susi Susanti. Ia selalu bersikap rendah hati dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. Baginya, kekalahan bukanlah akhir dari segalanya, namun justru kesempatan untuk memperbaiki kemampuan dan menghindarkan dari sikap sombong. Sungguh satu sikap yang patut dicontoh oleh para generasi muda bangsa Indonesia.
Kehidupan Pasca Gantung Raket
Setelah menggantungkan raketnya, Susi memulai kehidupannya dari nol lagi. Suaminya, Alan Budikusuma mencoba berbagai macam jenis usaha, sampai menjadi pelatih di Pelatnas. Untunglah, Susi dan Alan mendapatkan banyak dukungan dari orang-orang terdekatnya. Akhirnya mereka bisa berdiri sendiri dan mempunyai keyakinan untuk membuka usaha sendiri.
Susi akhirnya membuka sebuah toko di ITC Mega Grosir Cempaka Mas yang menjual berbagai macam pakaian asal Cina, Hongkong dan Korea, serta sebagian produk lokal. Usaha ini dilakoninya sambil melaksanakan tugas utamanya sebagai ibu dari 3 orang anak, Lourencia Averina, Albertus Edward, dan Sebastianus Frederick. Selain itu, Susi bersama Alan mendirikan Olympic Badminton Hall di Kelapa Gading sebagai gedung pusat pelatihan bulutangkis. Mereka berdua juga membuat raket dengan merek Astec (Alan-Susi Technology) pada pertengahan tahun 2002.
Pada bulan Mei 2004, International Badminton Federation (sekarang Badminton World Federation) memberikan penghargaan Hall Of Fame kepada Susi Susanti. Selain Susi, pemain Indonesia lainnya yang memperoleh penghargaan Hall Of Fame antara lain Rudy Hartono Kurniawan, Dick Sudirman, Christian Hadinata, dan Liem Swie King. Susi juga mendapatkan penghargaan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama dari pemerintah Republik Indonesia atas prestasinya mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Kini Susi dan Alan menjalani hari-harinya bersama ketiga putra mereka di rumah nan asri di Komplek Gading Kirana, Jakarta Utara. Mereka masih rutin bermain bulutangkis sampai saat ini, minimal dua kali seminggu untuk menjaga kondisi.
Tommy sugiarto tampil cemerlang
BRAVOOO , BRAVOOOO team musica champion yang di tokangi pemain pemain top baik dari indonesia dan luar negeri.
Tommy sanggup menampilkan permainan yang luar biasa
kami bangga ada pemain yang sukses dari PBSI jakarta barat dan DKI jakarta , investasi berbuah hasil , PBSI cabang jakarta barat terus melakukan pembenahan pembenahan dengan terus mengirimkan atlet atletnya baik dari klub pelita bakrie maupun klub klub lain seperti MATTHEW JAYA ASTEC BADMINTON SCHOOL yang dipercaya turut serta dalam team untuk di kejuaraan beregu anak anak di PBSI jakarta timur yang akan berlangsung selama 2 hari , yakni sabtu dan minggu besok.
General manager dari matthew jaya Yohanes upi "hari ini saya melihat anak anak tampil dengan sangat memuaskan , walaupun kalah akan tetapi mereka mampu mengimbangi perlawanan dari kategori anak anak sedang kan team yang diturun kan dari team PBSI jakarta barat adalah dari kelompok usia dini baik putra dan putri , yang pasti saya bangga akan program dari Ibu Hjh Nina yaroh beserta jajaran pengurusnya yang memberikan kesempatan pada pemain pemain muda khususnya dari matthew jaya"
Bulan april mendatang team PBSI jakarta barat akan turut serta mengikuti kejuaraan beregu kelompok usia dini di bulungan jakarta.
ayooo maju terus bulutangkis indonesia
Prestasi Meningkat, Atlet Banjir Sponsor
Menjadi seorang atlet bulutangkis ternyata cukup
menjanjikan. Uang akan mengalir deras, asalkan, prestasi yang diraihnya
juga setimpal.
Kira-kira
itu yang kini sedang fokus diurus PB PBSI di bawah kepengurusan Gita
Wirjawan. Sponsorship perseorangan maupun kolektif dianggap bisa menjadi
pelecut motivasi atlet untuk meraih prestasi terbaiknya.
Usai menyaksikan pertandingan di Djarum Superliga 2013, Gita Wirjawan mengemukakan hal itu. Dalam dua pekan terakhir, sedikitnya sudah terkumpul Rp 33 miliar dana sponsor yang diperuntukan bagi 80 atlet dan 10 pelatih nasional yang tergabung di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. Dana itu akan didistribusikan selama tahun 2013-2014.
Tentunya, dana itu tak sekedarnya diberikan para sponsor. Si atlet yang mendapatkan sponsor harus mempertanggungjawabkannya dengan bijak.
"Para sponsor akan mengkaji ulang. Kalau ada perkembangan (prestasi) dari atlet tentunya akan dikaji ulang. Begitu pula untuk yang prestasinya menurun," jelas Gita di DBL Arena Surabaya.
Atas jumlah itu, persaingan untuk menjadi yang terbaik di pelatnas kian ketat. Pemain dan pelatih pun terlihat lebih bersemangat untuk latihan.
"Ada yang latihan lebih awal. Ada juga yang masih latihan walaupun jadwal latihannya sudah habis," papar Gita.
PBSI mentargetkan dana yang bakal diraih sponsor nantinya bisa mencapai angka Rp 90 miliar termasuk sponsor kolektif dan perseorangan. Nantinya, selain untuk memenuhi kebutuhan dan uang saku atlet, dana yang terkumpul itu juga untuk bonus atlet berprestasi.
"Nanti kita juga bisa memberikan bonus untuk Most Valuable Player (MVP), yang penting harus kosisten," tegas Gita.
Kira-kira
itu yang kini sedang fokus diurus PB PBSI di bawah kepengurusan Gita
Wirjawan. Sponsorship perseorangan maupun kolektif dianggap bisa menjadi
pelecut motivasi atlet untuk meraih prestasi terbaiknya.Usai menyaksikan pertandingan di Djarum Superliga 2013, Gita Wirjawan mengemukakan hal itu. Dalam dua pekan terakhir, sedikitnya sudah terkumpul Rp 33 miliar dana sponsor yang diperuntukan bagi 80 atlet dan 10 pelatih nasional yang tergabung di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. Dana itu akan didistribusikan selama tahun 2013-2014.
Tentunya, dana itu tak sekedarnya diberikan para sponsor. Si atlet yang mendapatkan sponsor harus mempertanggungjawabkannya dengan bijak.
"Para sponsor akan mengkaji ulang. Kalau ada perkembangan (prestasi) dari atlet tentunya akan dikaji ulang. Begitu pula untuk yang prestasinya menurun," jelas Gita di DBL Arena Surabaya.
Atas jumlah itu, persaingan untuk menjadi yang terbaik di pelatnas kian ketat. Pemain dan pelatih pun terlihat lebih bersemangat untuk latihan.
"Ada yang latihan lebih awal. Ada juga yang masih latihan walaupun jadwal latihannya sudah habis," papar Gita.
PBSI mentargetkan dana yang bakal diraih sponsor nantinya bisa mencapai angka Rp 90 miliar termasuk sponsor kolektif dan perseorangan. Nantinya, selain untuk memenuhi kebutuhan dan uang saku atlet, dana yang terkumpul itu juga untuk bonus atlet berprestasi.
"Nanti kita juga bisa memberikan bonus untuk Most Valuable Player (MVP), yang penting harus kosisten," tegas Gita.
Langganan:
Komentar (Atom)




























