Pebulutangkis top dunia kini datang ke Jakarta untuk berlaga pada ajang TOTAL BWF World Championships 2015 yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (10 – 16 Agustus). Beberapa di antara mereka adalah duta resmi SOLIBAD, sebuah yayasan amal yang mempromosikan ‘Badminton Tanpa Batas’.
Solibad bertujuan menyatukan masyarakat badminton untuk mengumpulkan dana guna membantu proyek-proyek yang melibatkan anak-anak di berbagai bagian muka bumi. Solibad membantu proyek-proyek berskala kecil yang diprakarsai oleh penduduk setempat. Untuk mengenal Solibad lebih jauh silakan mampir ke situs resminya di www.solibad.net.
Hari Minggu (09 Agustus) kemarin Duta Solibad berkumpul bersama berfoto bersama merayakan Solidaritas dan Badminton.
Tampak di dalam foto yang berdiri di depan adalah Tai Tzu Ying (TPE), Greysia Polii (INA), Eva Lee (USA), Paula Lynn Obanana (USA), Carolina Marin (SPA), Kirsty Gilmour (SCO), Heather Olver (SCO), Audrey Fontaine (FRA), Sabrina Jacquet (SWI), Weny Rasidi (FRA), Arif Rasidi (FRA/INA). Sementara yang berdiri di belakang adalah Gabby Adcock (ENG), Scott Evans (IRE), Hans-Kristian Vittinghus (DEN), Chris Adcock (ENG), Peter Gade (DEN), Adam Cwalina (POL), Viktor Axelsen (DEN), Gaetan Mittelhesser (FRA), Yuhan Tan (BEL), Bjorn Seguin (USA), Jan JOrgensen (DEN), Marc Zwiebler (GER).
Front : Tai Tzu Ying (TPE), Greysia Polii (INA), Eva Lee (USA), Paula Lynn Obanana (USA), Carolina Marin (SPA), Kirsty Gilmour (SCO), Heather Olver (SCO), Audrey Fontaine (FRA), Sabrina Jacquet (SWI), Weny Rasidi (FRA), Arif Rasidi (FRA/INA). (*)
Solibad bertujuan menyatukan masyarakat badminton untuk mengumpulkan dana guna membantu proyek-proyek yang melibatkan anak-anak di berbagai bagian muka bumi. Solibad membantu proyek-proyek berskala kecil yang diprakarsai oleh penduduk setempat. Untuk mengenal Solibad lebih jauh silakan mampir ke situs resminya di www.solibad.net.
Hari Minggu (09 Agustus) kemarin Duta Solibad berkumpul bersama berfoto bersama merayakan Solidaritas dan Badminton.
Tampak di dalam foto yang berdiri di depan adalah Tai Tzu Ying (TPE), Greysia Polii (INA), Eva Lee (USA), Paula Lynn Obanana (USA), Carolina Marin (SPA), Kirsty Gilmour (SCO), Heather Olver (SCO), Audrey Fontaine (FRA), Sabrina Jacquet (SWI), Weny Rasidi (FRA), Arif Rasidi (FRA/INA). Sementara yang berdiri di belakang adalah Gabby Adcock (ENG), Scott Evans (IRE), Hans-Kristian Vittinghus (DEN), Chris Adcock (ENG), Peter Gade (DEN), Adam Cwalina (POL), Viktor Axelsen (DEN), Gaetan Mittelhesser (FRA), Yuhan Tan (BEL), Bjorn Seguin (USA), Jan JOrgensen (DEN), Marc Zwiebler (GER).
Front : Tai Tzu Ying (TPE), Greysia Polii (INA), Eva Lee (USA), Paula Lynn Obanana (USA), Carolina Marin (SPA), Kirsty Gilmour (SCO), Heather Olver (SCO), Audrey Fontaine (FRA), Sabrina Jacquet (SWI), Weny Rasidi (FRA), Arif Rasidi (FRA/INA). (*)
sumber : bulutangkis.com








1. Sefnat Tabun, Guru Pedalaman NTT, mengajar harus berjalan kaki lebih dari 28 km setiap hari. Melewati Jalanan yang buruk dan bertanah liat. 1000_guru membantu memberikan satu sepeda motor untuk Sefnat Tabun untuk mempermudah transportasi dalam mengajar. Beliau tak jalan kaki lagi.
2. Asnat Bell, Guru Pedalaman NTT ini harus bekerja keras mengajar 7 jam Sehari, telah mengabdi 10 tahun di Sekolah Dasar Terpencil Pedalaman Nusa Tenggara Timur. Ia hanya di gaji Rp. 50,000 setiap bulan, gajinya ia terima setiap 3 bulan sekali. Lewat akun twitter @1000_guru, kisah Asnat Bell akhirnya di angkat oleh Kick Andy Show, dan beliau menerima bantuan Tabungan sebesar 50,000,000.
3. Pak Sukrani, Guru Honorer asal Serang Banten ini rela menghabiskan 2 jam perjalanan menuju tempat ia mengajar di Lebak Banten, dengan sepeda motor butut pinjaman, ia tetap setia dan semangat mengajar. Gajinya hanya Rp. 300,000, sedangkan ia harus menghabiskan bensinRp. 400,000 setiap bulan. Jalan rusak dengan segala resiko bahaya di jalan tak membuat dia menyerah, kecintaaanya terhadap anak-anak membawanya dalam dedikasi mengajar denga hati. 1000_guru memberikan bantuan sepeda motor untuk pak Sukrani, kini beliau tak meminjam motor tetangganya lagi.





